.
Diberdayakan oleh Blogger.

Dunia Arab terjajah kecuali Gaza yang berani melawan


Istiqomah - Perang yang berlangsung selama 50 hari antara pejuang Gaza melawan tentara Zionis Israel membuat dua istilah ini populer beredar di kawan Timur Tengah. As Sahyu Al Arabiy (Zionis Arab) dan Mu'amarah (konspirasi).

Zionis Arab maksudnya perang pada 2014  ini telah membukakan mata bahwa  ada ribuan hati Yahudi dalam tubuh Muslim. Mereka Muslim, mereka beragama Islam tetapi hati mereka berpihak kepada Yahudi ketimbang membela saudara mereka di Gaza.

Sementara soal konspirasi, perang Gaza 2014 ini juga membuka mata adanya konspirasi global kelompok-kelompk Islam dan pemerintahan negeri-negeri Islam yang lebih berpihak pada Isarel dibandingkan kepada Palestina.

"Saya tak ingin menyebutkan nama negaranya, sensitif.  Ini saya dapatkan dari media-media mereka sendiri," kata Bachtiar dalam pertemuan Halal bi Halal dan konferensi peras "Kemenangan Gaza" di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis sore 28 Agustus 2014 lalu.

Atas fenomena ini, lanjut Bachtiar, saat ini beredar pepatah Arab: "dulu kami mengira Gaza lah duri di dunia Arab, tapi pada 2014 ternyata seluruh dunia Arab terjajah kecuali Gaza yang berani melawan."

Fakta ini sekaligus membuktikan sebenarnya pusat kekuatan ada di dalam Gaza sendiri. Sama seperti pada perang 1967, saat itu kelemahan Mesir juga ada di Mesir sendiri. "Bantuan dari luar hanyalah penunjang," kata Bachtiar.

(SI/Istiqomah)

Komunitas ODOJ Lepas Relawannya ke Gaza

Istiqomah-Komunitas pembaca al-Qur’an satu juz perhari, One Day One Juz (ODOJ) melepas dua relawan kemanusiaan ke Gaza, Palestina, pada Rabu (27/08/2014).
Relawan tersebut membawa sumbangan para ODOJers, demikian anggota komunitas  tersebut disapa, dengan jumlah bantuan sekitar dua Milyar. Bantuan tersebut  merupakan hasil penggalangan dana ODOJ Peduli Palestina yang dihimpun komunitas dengan anggota lebih dari 120 ribu orang itu selama 1 bulan.
Kedua relawan tersebut adalah Fadlyl Usman Baharun, yang merupakan salah satu Dewan Penasehat Komunitas One Day One Juz, dan Agus Sudjatmiko, Duta ODOJ untuk Palestina.
Dilaporkan saat ini kedua relawan sudah tiba di Mesir untuk menunggu dibukanya pintu Rafah oleh pemerintah negeri kinanah tersebut. Menurut informasi yang diterima dari kedutaan, pintu Rafah baru akan dibuka sekitar tujuh hari ke depan.
Kepala Departemen Sosial Komunitas ODOJ, Henry Abu Fatih terus memantau perkembangan bantuan tersebut dari  tanah air dengan terus berkomunikasi intensif dengan kedua relawan.

Hingga saat ini rezim kudeta Mesir masih melakukan sweeping  dan razia terhadap bantuan yang masuk ke Palestina. Sejumlah penembak jitu dari rezim militer juga ditempatkan di atas gedung-gedung di Mesir. Warga Palestina sendiri sedang dalam keadaan gembira menyusul kemenangan Hamas atas serangan Israel.*/kiriman Promas

Erdogan Dilantik Jadi Presiden Turki Ke-12

Istiqomah-Recep Tayyip Erdogan hari Kamis (28/8/2014) resmi menjadi presiden Turki ke-12 setelah dilantik dan mengucapkan sumpah di gedung parlemen.
Menggantikan Abdullah Gul, bekas perdana menteri itu mengucapkan janji presiden untuk mempertahankan eksistensi dan independensi, serta kedaulatan negara Turki, mematuhi konstitusi, hukum, demokrasi, serta prinsip-prinsip republik sekuler.
Erdogan naik ke puncak kekuasaan Turki setelah unggul dalam pemilihan umum presiden 10 Agustus kemarin dengan 52 persen suara, mengalahkan Ekmeleddin Ihsanoglu dan Selahattin Demirtas. Erdogan menjadi presiden pertama Turki yang dipilih oleh rakyat secara langsung.
Kursi-kursi di parlemen dipenuhi oleh para anggota parlemen dari AKP, keluarga dan simpatisan Erdogan, serta pejabat militer dan perwakilan misi diplomatik. Hadir dalam pelantikan itu para pemimpin dari lebih 90 negara, lansir Hurriyet.
Namun, kursi-kursi yang disiapkan untuk para diplomat asing tampak dipenuhi oleh para istri sebagian anggota parlemen, undangan khusus Erdogan, para birokrat dan penasihat Erdogan ketika menjabat perdana menteri, Yusuf Erkel –yang menjadi terkenal di dunia setelah menghajar seorang pengunjuk rasa dengan tendangan kakinya di lokasi bencana pertambangan di Soma bulan April lalu.
Termasuk rangkaian serah terima jabatan presiden adalah kunjungan ke makam bapak Republik Turki, Mustafa Kemal Ataturk. Di mausoleum Ataturk, Anitkabir, Erdogan meletakkan karangan bunga di makam pelopor sekularisme Turki itu.
Dalam buku khusus Anitkabir, Erdogan menulis “Ataturk tercinta, saya mengambil alih [kepemimpinan] sebagai presiden ke-12 republik ini dan menjadi yang pertama dipilih secara langsung [oleh rakyat]. Setelah kematianmu, ikatan antara kantor kepresidenan dan rakyat melemah. Saya yakin bahwa masa bakti yang saya jalani mulai hari ini akan menjadi alat bagi rakyat untuk merengkuh presidennya dan bagi negara untuk merengkuh bangsanya.”
Abdullah Gul dalam pidato serah terima jabatan itu mengatakan, “Saya merasa terhormat menyerahkan posisi saya kepada Presiden Erdogan, seorang yang telah menjadi teman saya selama 40 tahun. Itu mengapa upacara hari ini memiliki arti khusus,” kata Gul dalam pidatonya yang penuh haru, seraya mengenang perjalanannya mendirikan dan membesarkan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) bersama Erdogan sejak 14 tahun silam.*
(Hidayatullah)

Rep: Ama Farah


Jumlah Perwira dan Tentara Israel yang tewas lebih dari seribu personil

Istiqomah – Gaza Anggota biro politik gerakan perlawanan Islam (Harakah Muqawamah Islamiyah/Hamas), Mohammad Nazzal, menyatakan bahwa penjajah Israel menyembunyikan jumlah militer tewas yang sebenarnya. Seperti diberitakan Palestina Info, Kamis (28/8/2014) hari ini.

Menurut Nazzal, sumber kami menyebutkan bahwa jumlah perwira dan tentara Israel yang tewas lebih dari seribu personil. Sedangkan yang terluka lebih dari 2 ribu personil. Perlawanan Gaza kali ini, menurutnya, mendapat banyak capaian strategis. Di antaranya hancurnya mitos bahwa pasukan Israel adalah pasukan yang takkan pernah bisa dikalahkan. Pasukan Israel juga bisa dibuat seperti tikus-tikus yang panik.

Adapun tentang militer Israel yang berhasil ditawan pihak Hamas dan gerakan perlawanan yang lain, Nazzal menolak menyebutkan jumlahnya. Beliau hanya menekankan benar-benar ada tawanan perang berada di pihaknya, dan bersedia memulai perundingan tentang pembebasan mereka. Perundingan tentang pembebasan mereka tidak bisa dicampurkan dengan poin perundingan di Mesir tentang gencatan senjata.

Sebelumnya, Brigade Izzudin Al-Qassam, sayap militer Hamas, mengumumkan telah menawan seorang tentara Israel bernama Aaron Shaul yang bernomor 6092065. Shaul ditawan melalui sebuah operasi militer di bagian timur Gaza yang menewaskan 14 orang tentara Israel dan melukai 50 orang lainnya termasuk seorang komandan brigade Golan. (msa/dakwatuna)


Tahrir Filistin Kulli Filistiin,Target HAMMAS Selanjutnya


Istiqomah-Melihat rekaman taujih Dr. Mahmoud Zahhar, salah seorang pimpinan HAMAS yang paling dicari Israel, air mata ini tak kuat membasahi pipi. Betapa rakyat Gaza, memahami firman Allah; "Faidzaa faraghta fanshab". Usai menuntaskan satu tugas, maka songsong tugas yang lain.

Ya. Tugas perlawanan Al-'Ashf Al-Ma'kulyang dicanangkan HAMAS-Jihad Islam, sukses memupus mitos pasukan Israel yang tak terkalahkan. Pasukan dengan persenjataan didukung 11 negara produsen utama alutsista dunia. Namun semua menjadi tak berdaya, tak ubahnya daun yang dimakan ulat berserakan.


Kini target HAMAS adalah tahrir Filishtiin kulli Filishtiin (membebaskan/memerdekakan Palestina semua Palestina). Ingat bukan 'Tahrir' (HT) yang waktu Gaza digempur 51 hari, tengah mengadakan muktamar di Libanon. Tapi tahrir di sini adalah, memerdekakan seluruh Palestina dengan jihad bersenjata plus kekuatan diplomatik dengan memenangkan kekuasaan secara demokratis walau kekuasaan itu pun tidak diakui Barat.


Maka tugas HAMAS semakin terarah. Makin percaya diri dengan kemampuan lulusan-lulusan dalam negeri Universitas Gaza. Mereka mampu secara nyata memproduksi alutsista yang mampu mengancam Panglima AB Israel, dan memecat wakil Menhan Israel serta menggerus pengaruh politik Netanyahu di Israel dan As-Sisi di Mesir. Plus, mempermalukan Saudi Arabia, Emirates, dan Iran.


Tantangan HAMAS diperparah dengan keberpihakan media Arab terhadap Israel. Saya mengamati, TV-T dan media cetak Arab menampilkan istilah-istilah yang "ramah" terhadap Israel dan "garang" terhadap HAMAS. Seakan semua sepakat, HAMAS adalah bahaya laten yang mengancam keberadaan rezim-rezim Arab yang berkuasa karena diberi jatah oleh Inggris, sebagai imbalan atas pemberontakan melawan Turki Utsmani.


Selamat wahai HAMAS-Jihad Islam. Rakyat Indonesia yang sehat dan cinta kemerdekaan, selalu terdepan mendukungmu. Bukan dengan caci maki atau menebar janji palsu peraih simpatik.



(By: Nandang Burhanudin)

Hamas: Kita Hancurkan Mitos Pasukan yang Tak Bisa Dikalahkan


Gerakan Perlawanan Islam (Harakah Muqawamah Islamiyah/Hamas) mengumumkan kemenangannya atas penjajah Israel bersamaan dengan diumumkannya kesepakatan dalam perundingan di Mesir, Selasa (26/8/2014) kemarin.

Dalam sambutannya, juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, mengatakan, “Berkat kemuliaan dari Allah, pengorbanan rakyat, dan kegigihan gerakan perlawanan, terutama Brigade Izzudin Al-Qassam dan gerakan-gerakan yang lain, hari ini kita nyatakan kemenangan kita atas kekuatan jahat Israel.”

Zuhri menambahkan, “Kita bisa meraih kemenangan yang selama ini belum bisa diraih oleh pasukan negara-negara Arab. Hari ini, rakyat Palestina yang terkepung dan lemah bisa menang atas kekuatan jahat Israel. Kita bisa menghancurkan pasukan yang katanya tidak pernah kalah.”

>Menurutnya, Hamas juga mengizinkan para pemukim Yahudi untuk meninggalkan bungker persembunyian dan kembali ke rumah-rumah mereka, “Sekarang kami izinkan para pemukim Yahudi, terutama yang berada di sekitar Jalur Gaza untuk kembali ke rumah-rumah mereka. Itu adalah izin dari Hamas, bukan dari perdana menteri Netanyahu.” Zuhri mengatakan bahwa perdana menteri Netanyahu tidak akan bisa mempertahankan diri dari kekalahan menghadapi perlawanan Palestina. Perlawanan bisa mengakhiri perang dengan dahsyat, sama seperti saat memulainya.

Sementara itu, juru bicara Hamas lainnya, Fauzi Barhum, mengatakan, “Kemenangan ini membuktikan bahwa hanya solusi perlawanan dan senjata yang bisa memerdekakan Palestina. Perang ini tidak akan menjadi yang terakhir. Ini hanya satu ronde dari perang panjang membebaskan Masjidil Aqsha.”

Sebelumnya, pemerintah kudeta Mesir yang menjadi mediasi perundingan damai Gaza-Israel mengumumkan telah tercapainya kesepakatan damai antara Gaza dan Israel. kesepakatan itu mulai berlaku sejak pukul 19.00 waktu setempat, Selasa kemarin. (msa/dakwatuna/aqsatv)

Alasan Akhirnya Zionis Israel Menyerah?


Dalam hitungan menit sesudah Dr Musa Abu Marzuq, tokoh senior Perlawanan Palestina, isyaratkan akan ada gencatan senjata jangka-panjang, segera sumber-sumber Zionis Yahudi mengakui bahwa ada dua roket Mujahidin Palestina jatuh di pinggiran Tel Aviv tanpa sempat terdeteksi sehingga tak ada bunyi sirene meraung seperti biasanya.

Hanya lima menit sebelum akhirnya gencatan senjata resmi diumumkan oleh Mahmoud Abbas pada pukul 19:00 waktu Gaza, kembali roket Mujahidin Al-Qassam M-75 melesat ke Tel Aviv.

Ini hanyalah satu dari sekian banyak tanda, bahwa kalau dengan gencatan senjata ini Mujahidin umumkan kemenangan maka karena memang sesungguhnya mereka menang.

Dengan gencatan jangka panjang ini, blokade atas Gaza akan dicabut, wilayah para nelayan mencari ikan akan diperluas, dan pihak zionis sudah berjanji akan hentikan pembunuhan targeted assassinations terhadap pimpinan Mujahidin dan aktivis. Betul bahwa sejumlah tuntutan yang memang adalah hak rakyat Gaza seperti pembukaan kembali bandara dan pelabuhan akan masih dibicarakan dalam waktu sebulan ini.

Namun semua tanda yang ada menunjukkan: Mujahidin yang dipimpin oleh Hamas menang, Zionis Israel dan Benjamin Netanyahu kalah. Kalah. Kalah.

Beberapa Catatan Penting:

PERTAMA: RAKYAT YAHUDI ZIONIS SEMAKIN MERASA GAGAL DAN KETAKUTAN

Senin 25/8, Netanyahu dan kabinetnya rapat lagi untuk membicarakan gencatan karena mereka sudah terpaksa. Berbagai kerusakan besar sudah terjadi akibat roket-roket Hamas, termasuk tewasnya seorang bocah bernama Daniel Tregerman – 4 tahun. Bocah suci ini tinggal di Nahal Oz di pinggiran perbatasan Gaza yang paling sering dihujani roket. Dalam sehari hujan roket Mujahidin ke berbagai kota, bahkan yang jauh seperti Haifa, merusak banyak sekali aktivitas sosial dan ekonomi warga Yahudi.

Dukungan terhadap perang terhadap Gaza ini sudah merosot – dari 82 persen di awal agresi selama 51 hari ini, turun jadi 38 persen. Netanyahu semakin tidak populer. Kenapa?

Karena rakyatnya menyadari, kalau sekedar membunuh dan membunuh tidak berhasil menghentikan Mujahidin. Sudah jelas, pembantaian demi pembantaian tidak berhasil mematahkan kokohnya persatuan rakyat dan kepemimpinan Hamas.

Netanyahu kebingungan hendak berbuat apa terus saja memerintahkan pembantaian. Bukan perang seperti ini yang diinginkan rakyatnya: Mereka ingin perang yang langsung mematikan Hamas dan menaklukkan Gaza sehingga kembali di bawah penjajahan mereka. Ini gagal total. Rakyat Yahudi Zionis menyadari, janji Netanyahu akan “mengembalikan quiet and security” sudah gagal – perang 7 minggu membuat mereka terus menerus tak aman, dan mereka sadar meneruskan perang tidak akan mengembalikan quiet and security itu.

KEDUA: MUJAHIDIN TERNYATA MAMPU BERTAHAN LAMA DAN BAHKAN BERTAMBAH KUAT

Sudah 7 minggu, Al-Qassam dan para Mujahidin Perlawanan lainnya masih mampu terus berperang dan bahkan sudah mulai mengadakan serangan bersama. Hari ini 26/8, misalnya, Al-Qassam melancarkan roket bersama dengan Detasemen Al-Quds.

Semakin lama, derajat kerusakan yang dilancarkan oleh Al-Qassam semakin serius – dibandingkan di hari-hari pertama perang Ashful Ma’kul ketika satu roket yang mengenai rumah seorang Yahudi mungkin hanya sekedar memecahkan jendela.

Dalam beberapa hari terakhir ini, foto-foto kerusakan lebih serius sperti mobil dan rumah yang hancur sudah mulai bermunculan sehingga orang yang mengamati akan tahu: kualitas persenjataan yang dipakai oleh Qassam semakin powerful.

Bukan tak mungkin ini adalah taktik perang Mujahidin: yang ditembakkan di awal-awal perang adalah yang hanya akan bikin ‘Israel’ kelabakan dan panik gunakan rudal-rudal intersepsi Iron Dome yang sangat mahal sampai akhirnya ‘Israel’ mulai kehabisan persenjataan.

Begitu kelihatan mulai kewalahan, barulah Mujahidin gunakan roket-roket yang jauh lebih perkasa sehingga sampai ke Tel Aviv dan Haifa dan sebabkan kerusakan serius.

Hamas beberapa tahun lalu dianggap sekedar “sekelompok teroris amatir” dengan roket dari pipa pralon – tapi di awal perang Qassam langsung memberikan kejutan demi kejutan bukan saja berupa persenjataan baru tapi juga berbagai taktik militer yang tak pernah diduga sama sekali oleh Zionis termasuk mengimkan pasukan ke belakang garis musuh dan membunuh sekian banyak tentara.

Jangan lupa: sampai sekarang masih ada serdadu zionis bernama Shaul Oron yang ditangkap dan berada dalam tawanan Al-Qassam. Rahasia Total.

Poster kemenangan yang langsung disiarkan Al-Qassam beberapa menit sesudah pengumuman resmi menyerahnya Zionis Israel disiarkan. Poster: Brigade Asy-Syahid 'Izzuddin Al-Qassam
Poster kemenangan yang langsung disiarkan Al-Qassam beberapa menit sesudah pengumuman resmi menyerahnya Zionis Israel disiarkan. Poster: Brigade Asy-Syahid ‘Izzuddin Al-Qassam

KETIGA: ISRAEL KINI SERBA TERJEPIT DAN TAK PUNYA ALTERNATIF SELAIN GENCATAN SENJATA

Posisi Israel saat ini serba terjepit:

Mau lakukan serangan udara terus berarti habiskan persenjataan mereka sementara kiriman baru dari AS belum datang.

Mau terus menangkis roket Mujahidin juga habiskan arsenal mereka.

Mau lakukan lagi serangan darat sama saja dengan bunuh diri karena hampir 100 persen dari seluruh serdadu Zionis yang mati itu benar-benar mati saat perang darat lawan Mujahidin. Jumlah serdadu mati yang mereka akui sendiri ada lebih dari 300 orang. Jumlah yang disiarkan Kantor Berita Syahab hampir 500 orang. Seratus diantaranya bunuh diri.

Al-Qassam berhasil pula membuat Zionis Israel ‘mati tagak’ (mati berdiri, kata orang Minang). Persenjataan senilai miliaran dolar sudah mereka habiskan sampai harus mengemis-ngemis minta dikirimi arsenal baru dari US. Ekonomi hancur berantakan: sejumlah penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Ben Gurion harus dibatalkan. Pariwisata langsung layu. Banyak orang Yahudi memilih segera liburan meninggalkan ‘Israel’ yang selama ini dijual dan dipromosikan sebagai tempat ‘hijrah’ orang Yahudi dari seluruh dunia.

Dalam sejarahnya, belum pernah Zionis Israel kalah setelak ini. Tidak ada satu orang pun Yahudi di tanah Palestina yang mereka jajah itu percaya bahwa mereka dalam keadaan aman. Semua orang Yahudi di tanah jajahan mereka sadar, mereka dalam keadaan bahaya dan sewaktu-waktu dapat menjadi mangsa roket Mujahidin. Mujahidin Hamas berhasil menjadikan warga Yahudi sekarang ini merasa stress ketakutan di rumah dan tanah yang mereka rampok sendiri sejak 1948.

Pilihan mereka hanyalah menghentikan blokade atas Gaza dan pada waktunya menghentikan penjajahan atas Palestina (yang sekarang belum kelihatan tapi sudah nampak tunas-tunasnya karena pergolakan rakyat Palestina di Occupied Territory sudah makin subur).

Pada Selasa 26/8, Dr Musa Abu Marzuq dan kawan-kawan kembali ke meja perundingan dan Allah izinkan berhasil mendesakkan formulasi gencatan senjata yang disebutkan di atas.

Kalau ada anggapan, gencatan senjata kali ini karena Netanyahu didesak sana-sini termasuk AS, maka kita bisa mengatakan: Gencatan ini adalah kemenangan dari Allah bagi para Mujahidin yang berhasil memaksa ‘israel’ mencari gencatan senjata.

Kabar baik yang paling benar hanya dari Allah:

 “Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (terjemah Kalimat Allah dalam surat Aali Imran ayat 126)

Maha Benar Allah atas Segala Kalimat-Nya.

*sumber: http://sahabatalaqsha.com/nws/?p=13876

# BREAKING NEWS #








Kebahagiaan itu bukan lah ketika kita bisa hidup dengan mewah, makan sekenyang perut, santap apa yang diinginkan kapan mau, kemana-mana dengan kendaraan mengkilat dengan harga selangit, tapi kepala tertunduk tanpa harga diri, kehormatan diinjak tanpa nilai, tidak punya hak mengatur diri sendiri, semuanya atas dikte orang lain. Sadar atau tidak.

Tapi kebahagiaan itu adalah ketika musuh tidak berkutik di depan kita, tunduk mengikuti persyaratan kita, mengemis mengikuti apa yang kita maui, walaupun darah berkucuran di tubuh, ribuan harus syahid sebagai korban, puluhan ribu luka dan cacat kena serangan, dan makan seadanya.

Betapapun darah mengalir, namun pekikan takbir "Allahu akbar" membahana di seantero bumi Gaza tanda kemenangan, seiring dengan pengakuan kalah dan dihentikannya perang dari pihak zionis israel yahudi laknatullah dua jam yang lalu (26/8/2014).

Lebih dari itu, semua persyaratan dan tuntutan Hamas terpaksa dipenuhi israel. Di antaranya akan dibuka kembali bandara dan pelabuhan kapal di Gaza.

Ya Allah, berderai air mata kebahagiaan menyertai kegembiraan mereka, walau jasad dipisahkan jarak ratusan kilo tapi hati ikut kebahagiaan di sana.

Selamat untuk rakyat Gaza.
Selamat untuk Hamas.
Selamat untuk Kataib al Qassam.
Selamat untuk Saraya al Quds.
Selamat untuk Jihad Islamy.

Kesempatan yang akan datang kita sama-sama shalat di al Aqsha, insyaallah.

Allahu akbar !!!

Bertakbirlah....!!!! Ikut bergembira dengan kemenangan saudara kita di Gaza. Kemenangan mereka adalah kemenangan kita juga, sekalipun orang-orang munafik merasa geram.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

(Zulfi Akmal, Kairo)

***

As-Sisi Minta Diadili

Ini hasil survei stasiun TV Al Jazeera tentang dukungan pemirsanya untuk mengadili mereka yang terlibat dalam pembantaian rakyat Mesir tahun lalu.

Lebih dari 90 persen pemirsa Al Jazeera Mubashir Misr Channel (di Mesir) mendukung untuk mengadili mereka yang terlibat dalam pembantaian para demonstran di Rabaa al-Adwiya dan Nahda Square di Mesir tahun lalu setelah rilis laporan Human Rights Watch pada 12 Agustus lalu.

Laporan ini secara khusus mengacu pada keterlibatan langsung Presiden rezim kudeta Mesir Abdul Fattah Sisi dan Menteri Dalam Negerinya Muhammad Ibrahim dalam dua pembantaian yang merenggut nyawa ribuan pendukung Ikhwanul Muslimin.

Channel itu mensurvei opini dari 1.932 pemirsa pekan lalu. Survei itu menanyakan kepada mereka, “Apa yang Anda inginkan setelah rilis laporan Human Rights Watch yang mengutuk pembantaian Rabaa?”

Menurut hasil jajak pendapat itu, sebanyak 90,73 persen responden menginginkan untuk mengadili mereka yang terlibat dalam pembantaian tersebut, termasuk mereka yang namanya disebutkan secara khusus dalam laporan.

Sementara itu sebanyak 4.35 persen dari responden mengatakan bahwa mereka tidak ingin apa-apa. Sementara itu, 2.38 persen responden memilih langkah-langkah lain. (arrahmah.com)
Back to top