Istiqomah - Perang yang berlangsung selama 50 hari antara pejuang
Gaza melawan tentara Zionis Israel membuat dua istilah ini populer beredar di
kawan Timur Tengah. As Sahyu Al Arabiy (Zionis Arab) dan Mu'amarah
(konspirasi). Dunia Arab terjajah kecuali Gaza yang berani melawan
Istiqomah - Perang yang berlangsung selama 50 hari antara pejuang
Gaza melawan tentara Zionis Israel membuat dua istilah ini populer beredar di
kawan Timur Tengah. As Sahyu Al Arabiy (Zionis Arab) dan Mu'amarah
(konspirasi). Komunitas ODOJ Lepas Relawannya ke Gaza
Erdogan Dilantik Jadi Presiden Turki Ke-12
Jumlah Perwira dan Tentara Israel yang tewas lebih dari seribu personil
Tahrir Filistin Kulli Filistiin,Target HAMMAS Selanjutnya
Hamas: Kita Hancurkan Mitos Pasukan yang Tak Bisa Dikalahkan
Gerakan Perlawanan Islam (Harakah Muqawamah Islamiyah/Hamas) mengumumkan kemenangannya atas penjajah Israel bersamaan dengan diumumkannya kesepakatan dalam perundingan di Mesir, Selasa (26/8/2014) kemarin.
Dalam sambutannya, juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, mengatakan, “Berkat kemuliaan dari Allah, pengorbanan rakyat, dan kegigihan gerakan perlawanan, terutama Brigade Izzudin Al-Qassam dan gerakan-gerakan yang lain, hari ini kita nyatakan kemenangan kita atas kekuatan jahat Israel.”
Zuhri menambahkan, “Kita bisa meraih kemenangan yang selama ini belum bisa diraih oleh pasukan negara-negara Arab. Hari ini, rakyat Palestina yang terkepung dan lemah bisa menang atas kekuatan jahat Israel. Kita bisa menghancurkan pasukan yang katanya tidak pernah kalah.”
>Menurutnya, Hamas juga mengizinkan para pemukim Yahudi untuk meninggalkan bungker persembunyian dan kembali ke rumah-rumah mereka, “Sekarang kami izinkan para pemukim Yahudi, terutama yang berada di sekitar Jalur Gaza untuk kembali ke rumah-rumah mereka. Itu adalah izin dari Hamas, bukan dari perdana menteri Netanyahu.” Zuhri mengatakan bahwa perdana menteri Netanyahu tidak akan bisa mempertahankan diri dari kekalahan menghadapi perlawanan Palestina. Perlawanan bisa mengakhiri perang dengan dahsyat, sama seperti saat memulainya.
Sementara itu, juru bicara Hamas lainnya, Fauzi Barhum, mengatakan, “Kemenangan ini membuktikan bahwa hanya solusi perlawanan dan senjata yang bisa memerdekakan Palestina. Perang ini tidak akan menjadi yang terakhir. Ini hanya satu ronde dari perang panjang membebaskan Masjidil Aqsha.”
Sebelumnya, pemerintah kudeta Mesir yang menjadi mediasi perundingan damai Gaza-Israel mengumumkan telah tercapainya kesepakatan damai antara Gaza dan Israel. kesepakatan itu mulai berlaku sejak pukul 19.00 waktu setempat, Selasa kemarin. (msa/dakwatuna/aqsatv)
Alasan Akhirnya Zionis Israel Menyerah?
Dalam hitungan menit sesudah Dr Musa Abu Marzuq, tokoh senior Perlawanan Palestina, isyaratkan akan ada gencatan senjata jangka-panjang, segera sumber-sumber Zionis Yahudi mengakui bahwa ada dua roket Mujahidin Palestina jatuh di pinggiran Tel Aviv tanpa sempat terdeteksi sehingga tak ada bunyi sirene meraung seperti biasanya.
Hanya lima menit sebelum akhirnya gencatan senjata resmi diumumkan oleh Mahmoud Abbas pada pukul 19:00 waktu Gaza, kembali roket Mujahidin Al-Qassam M-75 melesat ke Tel Aviv.
Ini hanyalah satu dari sekian banyak tanda, bahwa kalau dengan gencatan senjata ini Mujahidin umumkan kemenangan maka karena memang sesungguhnya mereka menang.
Dengan gencatan jangka panjang ini, blokade atas Gaza akan dicabut, wilayah para nelayan mencari ikan akan diperluas, dan pihak zionis sudah berjanji akan hentikan pembunuhan targeted assassinations terhadap pimpinan Mujahidin dan aktivis. Betul bahwa sejumlah tuntutan yang memang adalah hak rakyat Gaza seperti pembukaan kembali bandara dan pelabuhan akan masih dibicarakan dalam waktu sebulan ini.
Namun semua tanda yang ada menunjukkan: Mujahidin yang dipimpin oleh Hamas menang, Zionis Israel dan Benjamin Netanyahu kalah. Kalah. Kalah.
Beberapa Catatan Penting:
PERTAMA: RAKYAT YAHUDI ZIONIS SEMAKIN MERASA GAGAL DAN KETAKUTAN
Senin 25/8, Netanyahu dan kabinetnya rapat lagi untuk membicarakan gencatan karena mereka sudah terpaksa. Berbagai kerusakan besar sudah terjadi akibat roket-roket Hamas, termasuk tewasnya seorang bocah bernama Daniel Tregerman – 4 tahun. Bocah suci ini tinggal di Nahal Oz di pinggiran perbatasan Gaza yang paling sering dihujani roket. Dalam sehari hujan roket Mujahidin ke berbagai kota, bahkan yang jauh seperti Haifa, merusak banyak sekali aktivitas sosial dan ekonomi warga Yahudi.
Dukungan terhadap perang terhadap Gaza ini sudah merosot – dari 82 persen di awal agresi selama 51 hari ini, turun jadi 38 persen. Netanyahu semakin tidak populer. Kenapa?
Karena rakyatnya menyadari, kalau sekedar membunuh dan membunuh tidak berhasil menghentikan Mujahidin. Sudah jelas, pembantaian demi pembantaian tidak berhasil mematahkan kokohnya persatuan rakyat dan kepemimpinan Hamas.
Netanyahu kebingungan hendak berbuat apa terus saja memerintahkan pembantaian. Bukan perang seperti ini yang diinginkan rakyatnya: Mereka ingin perang yang langsung mematikan Hamas dan menaklukkan Gaza sehingga kembali di bawah penjajahan mereka. Ini gagal total. Rakyat Yahudi Zionis menyadari, janji Netanyahu akan “mengembalikan quiet and security” sudah gagal – perang 7 minggu membuat mereka terus menerus tak aman, dan mereka sadar meneruskan perang tidak akan mengembalikan quiet and security itu.
KEDUA: MUJAHIDIN TERNYATA MAMPU BERTAHAN LAMA DAN BAHKAN BERTAMBAH KUAT
Sudah 7 minggu, Al-Qassam dan para Mujahidin Perlawanan lainnya masih mampu terus berperang dan bahkan sudah mulai mengadakan serangan bersama. Hari ini 26/8, misalnya, Al-Qassam melancarkan roket bersama dengan Detasemen Al-Quds.
Semakin lama, derajat kerusakan yang dilancarkan oleh Al-Qassam semakin serius – dibandingkan di hari-hari pertama perang Ashful Ma’kul ketika satu roket yang mengenai rumah seorang Yahudi mungkin hanya sekedar memecahkan jendela.
Dalam beberapa hari terakhir ini, foto-foto kerusakan lebih serius sperti mobil dan rumah yang hancur sudah mulai bermunculan sehingga orang yang mengamati akan tahu: kualitas persenjataan yang dipakai oleh Qassam semakin powerful.
Bukan tak mungkin ini adalah taktik perang Mujahidin: yang ditembakkan di awal-awal perang adalah yang hanya akan bikin ‘Israel’ kelabakan dan panik gunakan rudal-rudal intersepsi Iron Dome yang sangat mahal sampai akhirnya ‘Israel’ mulai kehabisan persenjataan.
Begitu kelihatan mulai kewalahan, barulah Mujahidin gunakan roket-roket yang jauh lebih perkasa sehingga sampai ke Tel Aviv dan Haifa dan sebabkan kerusakan serius.
Hamas beberapa tahun lalu dianggap sekedar “sekelompok teroris amatir” dengan roket dari pipa pralon – tapi di awal perang Qassam langsung memberikan kejutan demi kejutan bukan saja berupa persenjataan baru tapi juga berbagai taktik militer yang tak pernah diduga sama sekali oleh Zionis termasuk mengimkan pasukan ke belakang garis musuh dan membunuh sekian banyak tentara.
Jangan lupa: sampai sekarang masih ada serdadu zionis bernama Shaul Oron yang ditangkap dan berada dalam tawanan Al-Qassam. Rahasia Total.
Poster kemenangan yang langsung disiarkan Al-Qassam beberapa menit sesudah pengumuman resmi menyerahnya Zionis Israel disiarkan. Poster: Brigade Asy-Syahid 'Izzuddin Al-Qassam
Poster kemenangan yang langsung disiarkan Al-Qassam beberapa menit sesudah pengumuman resmi menyerahnya Zionis Israel disiarkan. Poster: Brigade Asy-Syahid ‘Izzuddin Al-Qassam
KETIGA: ISRAEL KINI SERBA TERJEPIT DAN TAK PUNYA ALTERNATIF SELAIN GENCATAN SENJATA
Posisi Israel saat ini serba terjepit:
Mau lakukan serangan udara terus berarti habiskan persenjataan mereka sementara kiriman baru dari AS belum datang.
Mau terus menangkis roket Mujahidin juga habiskan arsenal mereka.
Mau lakukan lagi serangan darat sama saja dengan bunuh diri karena hampir 100 persen dari seluruh serdadu Zionis yang mati itu benar-benar mati saat perang darat lawan Mujahidin. Jumlah serdadu mati yang mereka akui sendiri ada lebih dari 300 orang. Jumlah yang disiarkan Kantor Berita Syahab hampir 500 orang. Seratus diantaranya bunuh diri.
Al-Qassam berhasil pula membuat Zionis Israel ‘mati tagak’ (mati berdiri, kata orang Minang). Persenjataan senilai miliaran dolar sudah mereka habiskan sampai harus mengemis-ngemis minta dikirimi arsenal baru dari US. Ekonomi hancur berantakan: sejumlah penerbangan dari dan ke Bandara Internasional Ben Gurion harus dibatalkan. Pariwisata langsung layu. Banyak orang Yahudi memilih segera liburan meninggalkan ‘Israel’ yang selama ini dijual dan dipromosikan sebagai tempat ‘hijrah’ orang Yahudi dari seluruh dunia.
Dalam sejarahnya, belum pernah Zionis Israel kalah setelak ini. Tidak ada satu orang pun Yahudi di tanah Palestina yang mereka jajah itu percaya bahwa mereka dalam keadaan aman. Semua orang Yahudi di tanah jajahan mereka sadar, mereka dalam keadaan bahaya dan sewaktu-waktu dapat menjadi mangsa roket Mujahidin. Mujahidin Hamas berhasil menjadikan warga Yahudi sekarang ini merasa stress ketakutan di rumah dan tanah yang mereka rampok sendiri sejak 1948.
Pilihan mereka hanyalah menghentikan blokade atas Gaza dan pada waktunya menghentikan penjajahan atas Palestina (yang sekarang belum kelihatan tapi sudah nampak tunas-tunasnya karena pergolakan rakyat Palestina di Occupied Territory sudah makin subur).
Pada Selasa 26/8, Dr Musa Abu Marzuq dan kawan-kawan kembali ke meja perundingan dan Allah izinkan berhasil mendesakkan formulasi gencatan senjata yang disebutkan di atas.
Kalau ada anggapan, gencatan senjata kali ini karena Netanyahu didesak sana-sini termasuk AS, maka kita bisa mengatakan: Gencatan ini adalah kemenangan dari Allah bagi para Mujahidin yang berhasil memaksa ‘israel’ mencari gencatan senjata.
Kabar baik yang paling benar hanya dari Allah:
“Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (terjemah Kalimat Allah dalam surat Aali Imran ayat 126)
Maha Benar Allah atas Segala Kalimat-Nya.
*sumber: http://sahabatalaqsha.com/nws/?p=13876
# BREAKING NEWS #
Kebahagiaan itu bukan lah ketika kita bisa hidup dengan mewah, makan sekenyang perut, santap apa yang diinginkan kapan mau, kemana-mana dengan kendaraan mengkilat dengan harga selangit, tapi kepala tertunduk tanpa harga diri, kehormatan diinjak tanpa nilai, tidak punya hak mengatur diri sendiri, semuanya atas dikte orang lain. Sadar atau tidak.
Tapi kebahagiaan itu adalah ketika musuh tidak berkutik di depan kita, tunduk mengikuti persyaratan kita, mengemis mengikuti apa yang kita maui, walaupun darah berkucuran di tubuh, ribuan harus syahid sebagai korban, puluhan ribu luka dan cacat kena serangan, dan makan seadanya.
Betapapun darah mengalir, namun pekikan takbir "Allahu akbar" membahana di seantero bumi Gaza tanda kemenangan, seiring dengan pengakuan kalah dan dihentikannya perang dari pihak zionis israel yahudi laknatullah dua jam yang lalu (26/8/2014).
Lebih dari itu, semua persyaratan dan tuntutan Hamas terpaksa dipenuhi israel. Di antaranya akan dibuka kembali bandara dan pelabuhan kapal di Gaza.
Ya Allah, berderai air mata kebahagiaan menyertai kegembiraan mereka, walau jasad dipisahkan jarak ratusan kilo tapi hati ikut kebahagiaan di sana.
Selamat untuk rakyat Gaza.
Selamat untuk Hamas.
Selamat untuk Kataib al Qassam.
Selamat untuk Saraya al Quds.
Selamat untuk Jihad Islamy.
Kesempatan yang akan datang kita sama-sama shalat di al Aqsha, insyaallah.
Allahu akbar !!!
Bertakbirlah....!!!! Ikut bergembira dengan kemenangan saudara kita di Gaza. Kemenangan mereka adalah kemenangan kita juga, sekalipun orang-orang munafik merasa geram.
الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
(Zulfi Akmal, Kairo)
As-Sisi Minta Diadili
Lebih dari 90 persen pemirsa Al Jazeera Mubashir Misr Channel (di Mesir) mendukung untuk mengadili mereka yang terlibat dalam pembantaian para demonstran di Rabaa al-Adwiya dan Nahda Square di Mesir tahun lalu setelah rilis laporan Human Rights Watch pada 12 Agustus lalu.
Laporan ini secara khusus mengacu pada keterlibatan langsung Presiden rezim kudeta Mesir Abdul Fattah Sisi dan Menteri Dalam Negerinya Muhammad Ibrahim dalam dua pembantaian yang merenggut nyawa ribuan pendukung Ikhwanul Muslimin.
Channel itu mensurvei opini dari 1.932 pemirsa pekan lalu. Survei itu menanyakan kepada mereka, “Apa yang Anda inginkan setelah rilis laporan Human Rights Watch yang mengutuk pembantaian Rabaa?”
Menurut hasil jajak pendapat itu, sebanyak 90,73 persen responden menginginkan untuk mengadili mereka yang terlibat dalam pembantaian tersebut, termasuk mereka yang namanya disebutkan secara khusus dalam laporan.
Sementara itu sebanyak 4.35 persen dari responden mengatakan bahwa mereka tidak ingin apa-apa. Sementara itu, 2.38 persen responden memilih langkah-langkah lain. (arrahmah.com)










