Senin, 30 Juni 2014

Belajarlah Terus....



Belajarlah terus wahai generasi belia
Tantanganmu kan menghadang dihadapan
Busuran panah perusak imankan senantiasa meluncur kearahkalian.....

Waspadalah dengan gejolak pertumbuhanmu
Peliharalah kekuatan tali imanmu
Peliharalah ikatan persaudaraan solehmu
Hingga sibghah Allah mewarnaimu




Tegaklah pandangankalian
Menatap penuh teguh menuju Illahi
Tak terpengaruh lambaian duniawi
Yang akan membelenggu kalian

Tapakan kakimu kan mengukir langkah-langkahmu
Menoreh sejarah perjuangan
Dalam mempersiapkan diri
Memperjuangkan Dienul Islam

Selamat, kalian telah semangat
Memulai dengan persiapan di Taman Al-Quran
Semoga persiapan ini menjadi baik
Untuk langkah-langkah kalian berikutnya


Wisuda Santri Angkatan X Thn Ajaran 2013-2014
Batam, 21 Juni 2013

Jumat, 27 Juni 2014

Kiprah Remaja



Remaja masjid adalah perkumpulan pemuda masjid yang melakukan aktivitas sosial  dan ibadah di lingkungan suatu masjid.

Kalau kita berbicara tentang remaja, mungkin akan terbayang dalam benak kita tentang anak-anak manusia yang berada dalam masa-masa menyenangkan, ceria, penuh canda, semangat, gejolak keingintahuan, pencarian identitas diri dan emosi.

Remaja adalah anak manusia yang sedang tumbuh selepas masa anak-anak menjelang dewasa. Dalam masa ini tubuhnya berkembang sedemikian pesat dan terjadi perubahan-perubahan dalam wujud fisik dan psikis.

Badannya tumbuh berkembang menunjukkan tanda-tanda orang dewasa, perilaku sosialnya berubah semakin menyadari keberadaan dirinya, ingin diakui, dan berkembang pemikiran maupun wawasannya secara lebih luas. Mungkin kalau kita perkirakan umur remaja berkisar antara 13 tahun sampai dengan 25 tahun. Pembatasan umur ini tidak mutlak, dan masih bisa diperdebatkan.

Masa remaja adalah saat-saat pembentukan pribadi, dimana lingkungan sangat berperan. Kalau kita perhatikan ada empat faktor lingkungan yang mempengaruhi remaja, yaitu lingkungan keluarga, sekolah, teman pergaulan dan dunia luar. Lingkungan yang dibutuhkan oleh remaja adalah lingkungan yang islami, yang mendukung perkembangan imaji mereka secara positif dan menuntun mereka pada kepribadian yang benar. Lingkungan yang islami akan memberi kemudahan dalam pembinaan remaja.

Remaja Masjid Al-Istiqomah telah terbentuk, smoga roda kepengurusan dan keistiqomaahan dalam menjalankan organisasi tetap semangat.
Sukes untuk pengembangan diri dan kemajuan individu-individu yang mau sukses.



Kamis, 26 Juni 2014

PUASA DATANG LAGI

PUASA DATANG LAGI
HATIKU SENANG SEKALI
JAM TIGA MAKAN SAHUR
HABIS SAHUR SHOLAT SUBUH
SAHUR... SAHUR...
SAHUR.... SAHUR..

Lagu diatas menggema disepanjang jalan yang dilalui generasi belia TPQ Al-Istiqomah, suasana Ramadhan sudah terasa. Acara sambut Ramadhan 1435 H diadakan tadi sore, hari kamis 26 Juni 2014 berjalan semarak. Selain membawa atribut dan tulisan2 sambut ramadahan, juga terdapat tulisan-tulisan semangat :

Ayu Tarawih
Ayu Baca Al-Qur'an
Mari Belengu Maksiat dan Nafsu


Keberangkatan PAwai Ta'aruf
Sambut Ramadhan 1435 H


Semangat Generasi Belia dalam Pawai Ta'aruf
Sambut Ramadhan 1435 H


Rehat Setelah Pawai Ta'ruf


Inilah Pensukses PAwai Ta'aruf
Tetap Senyum "REMAJA MASJID"




Malam IMTIHAN DAN WISUDA

Hari sabtu tanggal 21 Juni 2014 menjadi moment yang membuat segenap pengurus dan guru TPQ Al-Istiqomah berbaga sekaligus refleksi kiprah TPQ Al-Istiqomah, perjalanan TPQ Al-Istiqomah mengabdi ditengah-tengah masyarakat sudah kurang lebih  10 tahun. Selain itu kegiatan yang merupakan agenda setiap akhir tahun ajaran menjadi istimewa karena Remaja Masjid, yang baru terbentuk terlibat dalam mensuport kegiatan ini. 

Imtihan atau kegiatan akhir tahun Ajaran 2013-2014 sekaligus dengan pelaksanaan Wisuda tingkat Iqra' dan Al-Qur'an sangat meriah. Diawali dengan pembukaan oleh MC Khintan alumnus TPQ Al-Istiqomah, setelah lantunan ayat2 Al-Qur'an dan sari tilawah, dilanjutkan dengan penampilan yang mengingatkan kita kepada Allah SWT dengan melntunkan Asmaul Husna anak2 kelas 1.

Senyum puas dan bahagia terlihat pada wajah-wajah para wisudwan-wisudawati tingkat Iqra' dan Al-Qur'an,  menatap penuh optimis untuk melanjutkan kejenjang selanjutnya. Untuk santri kelas 6 (enam) tentunya sepesial, karena akan melanjutkan ke jenjang tingkat formal yaitu SMP/ MTs. Kehawatiran tidak diterima disekolahan formal tentunya tidak ada lagi, karena telah dibekali kepandaian baca Al-Qur'an dan dasar-dasar Agama Islam selama belajar di TPQ, dengan lulus dari Munaqasah maka berhak mendapatkan sertifikat TPQ.  


Santri Wisuda Tingkat Iqra dan Al-Qur'an
Angkatan X Thn Ajaran 2013-2014


Tari Kolosal
Perntas Kreatifitas Malam Imtihan dan Wisuda Santri


Kombinasi Santri MDTA dan Guru 
Tak Ketinggalan Ikut Partisipasi meriahkan
Malam Imtihan dan Wisuda




 

Senin, 02 Juni 2014

Sambut Ramadhan 2014



ALHAMDULILLAH, sebentar lagi kita akan masuk ke dalam Bulan Ramadhan 1435 Hijriyah (Juni-Juli 2014) yang penuh dengan rahmat dan kemuliaan.

Berbagai acara pun digelar untuk menyambut kedatangannya, mulai dari kampanye simpatik penyambutannya, berbagai kajian dan tausiah pembekalan Ramadhan, bakti sosial dan bazaar murah, sampai pemasangan baliho-baliho diberbagai tempat strategis.

Agar anak-anak berhasrat besar melakukan puasa, mereka harus memiliki perasaan yang sangat positif terhadap bulan Ramadhan. Kita perlu menumbuhkan perasaan –bukan sekedar memahamkan— bahwa Ramadhan adalah bulan penuh berkah, bulan yang berlimpah kebaikan di dalamnya, bulan yang penuh kegembiraan karena setiap kebaikan akan dilipat gandakan ganjarannya. Tak ada bulan yang lebih mulia dibanding bulan Ramadhan. Karena itu, Ramadhan harus dinanti dan disambut dengan suka cita.

 Jika anak-anak sudah mempunyai perasaan yang sangat positif terhadap Ramadhan, insya Allah mereka akan berebut untuk menjadikan dirinya sebagai orang yang mampu berpuasa secara penuh. Meski sebagai orangtua kita tidak boleh mengharuskan anak yang belum cukup umurnya untuk berpuasa sebagaimana orang dewasa, tetapi memacu hasrat sangat mungkin kita lakukan.

Cara yang di dapat diterapkan dalam keluarga untuk bisa memperbaiki cara mengajak anak berpuasa penuh di bulan Ramadhan.
Apa yang di lakukan kepada anak-anak sebelum Ramadhan? Secara sederhana ada dua hal, menyiapkan penyambutan bulan Ramadhan dan mengatur pelaksanaan puasa.

Selamat Datang Ramadhan

Sekitar tiga atau dua minggu sebelum Ramadhan tiba, seorang ibu bias  mulai membicarakan dengan anak-anak tentang datangnya bulan yang terindah itu. Anak-anak diajak untuk merasakan datangnya Ramadhan sebagai anugerah. Pada saat yang sama mulai berbincang-bincang dengan anak tentang apa yang bisa dilakukan untuk menyambut Ramadhan.

Intinya sederhana, bagaimana anak-anak bisa merasakan Ramadhan sebagai bulan yang istimewa dan karenanya perlu bergembira dengan kedatangannya.

Hiasi ruang tengah, tempat untuk melakukan  sahur dan buka puasa, dengan kertas warna-warni dan balon yang ditempelkan di sudut ruang atau di tengah-tengah. Sekurang-kurangnya mengubah letak meja dan kursi sehingga ada suasana baru menjelang Ramadhan. Mengecat rumah dengan cat rumah dengan warna yang disukai anak-anak, termasuk kamar. Di salah satu kamar bahkan ada tiga warna yang dipakai. Semua ini untuk menumbuhkan perasaan positif terhadap Ramadhan.


Menu juga masuk dalam daftar penyambutan. Ini bukan berhubungan dengan kemewahan, tetapi berkaitan dengan penyajian. Ketika ada rezeki yang memungkinkan, bisa saja hari pertama sahur menyajikan menu yang istimewa. Tetapi yang paling pokok adalah bagaimana anak-anak merasakan bahwa Ramadhan sangat berbeda dibanding hari-hari biasa. Sama-sama dadar telor, sangat berbeda ”rasanya” bagi anak antara dadar telor yang dibikin begitu saja dengan yang dibikin atas dasar usulan.
Penyajian menu ”istimewa” ini terutama untuk sahur pertama hingga ketiga. Setelah itu, menu akan berjalan seperti biasa.

Dalam Ramadhan  anak-anak juga perlu diajak untuk belajar berbagi. Pada saat yang sama, kita menantang mereka untuk memancangkan tekad, sampai jam berapa akan berpuasa. Ini terutama untuk anak yang belum cukup umur. Misalnya yang baru berusia 5 tahun. Tetapi kita tetap harus ingat bahwa mereka tidak boleh dipaksa puasa sehari penuh.
Mengelola Puasa

Kalau kita merasa sangat lapar, sesederhana apa pun makanan yang terhidang, akan nikmat sekali rasanya. Tapi saat mengantuk, makanan yang enak pun sulit memancing minat. Karena itu, menu saat sahur jauh lebih penting dibanding saat berbuka. Menu sahur selain menarik bagi anak, juga perlu mempertimbangkan agar tidak menghidangkan makanan yang mengundang rasa haus.
Habis sahur, anak-anak perlu dijaga agar tidak tidur. Ba’da Subuh hingga sekitar jam 11.00 pagi adalah saat-saat yang sangat penting. Kalau di waktu-waktu tersebut ada melakukan kegiatan yang menyenangkan dan secara fisik aktif, biasanya waktu berikutnya hingga saat berbuka tiba tidak ada masalah yang berarti. Tetapi kalau kita lalai sehingga mereka tertidur hingga pagi jam 09.00 misalnya, pada umumnya anak mulai tidak tahan menghadapi haus dan lapar, terutama menjelang tengah hari. Ini terutama untuk anak-anak yang berusia antara 5-8 tahun. Anak-anak yang lebih tua pun merasa sangat tidak nyaman sehingga puasa terasa sangat menyiksa jika mereka tidur antara Subuh hingga jam 09.00 atau jam 10.00. Apalagi kalau tidur mulai habis Sahur.

Awal-awal puasa, biasanya anak makan sahur dalam kondisi mengantuk, sehingga mereka cenderung ingin bersegera menyudahi acara makan untuk berangkat tidur kembali. Karena itu, usahakan agar saat sahur benar-benar menarik anak; menarik bukan karena makanan yang mewah, tetapi karena ada kehangatan yang mereka temukan. Selain itu, upaya agar makan sahur lebih menarik buat mereka adalah dengan menyediakan jajanan anak yang bergizi dan disukai anak.

Jadi jika ada rezeki, hidangan sahurlah lebih penting untuk diperhatikan. Bukan buka puasa. Sekurangnya, ada makanan yang menarik minat anak, meskipun hanya dari cara menyajikannya.
Bangunkan anak secara menyenangkan. Bangunkan agak awal agar mereka memiliki kesiapan emosi sebelum makan. Jika memungkinkan, libatkan anak-anak untuk membantu penyiapan makan sahur sebab ini lebih menggairahkan mereka. Beri mereka tugas sesuai dengan umurnya. Anak yang berusia 5 tahun bisa kita beri tugas menyiapkan sendok, misalnya.

Berkenaan dengan bermain, apa saja yang bisa dilakukan anak saat berpuasa? Dulu saya membatasi anak bermain agar tidak melakukan permainan yang banyak menguras tenaga. Saya khawatir ini menyebabkan mereka kehabisan energi sehingga tidak kuat berpuasa. Tetapi belakangan saya justru bersikap sebaliknya. Pagi hari mereka bisa melakukan aktivitas apa pun yang menarik, termasuk bermain bola, sehingga mereka tidak mengantuk dan secara fisik mereka aktif. Permainan ini bisa dilakukan sampai sekitar jam 11.00 atau 12.00.

Biasanya, jika anak-anak banyak melakukan aktivitas fisik yang menantang, selepas Dzuhur mereka sudah mengantuk. Tidur saat capek karena aktivitas fisik merupakan cara yang sangat efektif untuk memulihkan energi.

Anak-anak yang sudah berusia sekitar 10 tahun mungkin tidur sekitar 2-3 jam. Sedangkan anak-anak yang berusia di bawahnya biasanya memerlukan waktu yang lebih lama. Yang jelas, begitu bangun mereka insya Allah akan segar kembali sehingga bersemangat melakukan berbagai aktivitas.
Nah, sekarang saatnya memberi mereka kegiatan-kegiatan yang bersifat lunak. Meskipun mereka masih boleh berlari-lari, tetapi sebaiknya kita arahkan mereka untuk melakukan aktivitas permainan atau intelektual.

Membaca buku-buku menarik, berdiskusi, mengaji atau mengikuti kegiatan TPA/TPQ di masjid sangat pas buat mereka. Kegiatan yang dilakukan setelah mereka memperoleh istirahat yang cukup ini insya Allah membuat mereka melupakan rasa lapar. Keasyikan membuat datangnya waktu Maghrib tak terasa lama.
Wallahu a’lam bishawab.

Sebagai penutup, sekedar untuk mempertegas pembicaraan kita di awal, tidur di antara Subuh sampai menjelang siang akan membuat anak merasa sangat tidak nyaman dan cepat lelah sehingga waktu puasa terasa sangat panjang. Jika ini terjadi, sebelum Dzuhur tiba pun anak-anak sudah berteriak lapar
Diambil dari Hidayatullah 2008.


Minggu, 25 Mei 2014

Mengajak Anak Senang dengan Al-Qur'an



Saat ini semakin semarak tpq-tpq yang berada disetiap kampung-kmpung dan perumahan perkotaan, menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran al-qur’an, berlomba dengan pengaruh gencarnya industry telivisi mempengaruhi prilaku dan akhlak anak-anak.  


Belum seimbangnya pendidikan formal terhadap muatan pelajaran agama islam menjadikan, lembaga tpq dituntut untuk menyiapkan anak-anak sebagai generasi islam yang memiliki akhlaq dan moral islami, menjadi tumpuan satu-satunya. Orang tua kebanyakan masih mengandalkan atau melepaskan terhadap pengajaran al-quran kepada para pengajar tpq, peran serta orang tua tehadap pengajaran alqur’an haus menjadi perhatiannya saat anak berada dirumah, berikut tip dan pemahaman untuk mengajak anak senang belajar al-quran:

1. Belajar MEMBACA QUR'AN idealnya dimulai pd saat anak usia 7 thn. Plg cepat 6 thn. Belajar seperti ini harus melihat konsep atau cara berpkir anak. Anak2 < 7 th secara umum, konsep berpikirnya konkrit, sedangkan huruf2 latin, dan termasuk hijaiyah itu adalah symbol/lambang abstrak. JD itu sebabnya byk anak balita kesulitan utk belajar CALISTUNG, karena memang blm sesuai dg usianya.

 
2. BERBEDA DG BELAJAR MENGHAFAL QUR'AN, yg justru baik dimulai sedini mungkin, sejak bayi pun anak boleh diajarkan hafalan QUR'AN. Imam Syafii sudah hafidz usia 6 tahun. Agar tk jd beban dlm menghafal qur'an, hindari penuh tekanan dlm menghafalnya. Buat tantangan2 (chalenging) sesuai kemampuan anak dan orangtua sendiri. JIKA HAFAL 5 surat misalnya dpt hadiah 2 buku. 10 surat 5 buku. 1 Juz dpt sepeda. 10 Juz dpt umroh.


 3. Sesering mungkin perdengarkan berulang-ulang murottal qur'an, karena suara yg diulang2 ini akan otomatis masuk ke dlm alam bawah sadar anak, sebagaimana anak tanpa kta ajarkan dpt dg mudah mengingat dg baim syair puluhan lagu.


4. Orangtua yang ingin anaknya hafal qur'an harus punya keyakinan dan tekad yg kuat. Bahw hafal qur'an itu utk kepentingan anaknya sendiri, bkn keepentingan orangtuanya. Bukan utk dibangga2kan orangtuanya, tp utk anak mencintai qur'an itu sendiri, agar hidup anak terwarnai qur'an itu sendiri.


Karena itu orangtua jg harus istiqomah dan rajin utk melakukan MUROJA'AH dg anak, membuat anak menyetor hafalannya tanpa harus merasa dtest dg misalnya melafalkan bersama2 setiap hari berulang yg menjadi hafalan anak, meski orangtua sendiri menggunakan qur'an langsung dibaca sementara anaknya melafalkan lisan.



5. Harus dsadari dr awal, jika anak sekadar bisa HAFAL DAN MEMBACA, hidup anak blum tentu ter-drive qur'an itu sendiri. Hafidz qur'an di Indonesia sgt berbeda hafidz qur'an di palestin misalnya, karena umumnya mereka MEMAKNAI DAN MENGERTI APA yg mereka ucapkan, apa yg mereka hafalkan, karena itu bahasa mereka. Dan ini dpt mempengaruh perilku anak2 dan org dewasa yg hafidz qur'an.



Tp, ini blom tentu terjadi di Indonesia. karena itu jika orangtua ingin anaknya hafal qur'an, idealnya dsertai dg program tambahan, pelajaran MEMAKNAI QUR'AAN, anak diajarkan utk mengerti bahasa arab, atau setidak2nya dceritakan makna setiap ayat yg mereka hafalkn, sedkit demi sedikit



6. Sebenarnya, mengajak anak mencintai Qur'an tidak harus menunggu anak bisa MEMBACA QUR'AN. Jauh sebelum anak bisa MEMBACA HURUF-HURUF DI ALQUR'AN, sebaiknya anak diajak dulu untuk mencintai Qur'an. Anak bisa diajak mencintai qur'an dengan cara mengenalkan isi Qur'an pada anak pada anak terlebih dahulu. Ini adalah ikhtiar untuk anak selalu 'mau' untuk tertarik dengan Al-Qur'an. Bisa membaca Qur'an sejak dini bukanlah jaminan anak setelah dewasa mau mengkaji isi Qur'an. Bahkan, memaksa anak bisa membaca Qur'an bukan pada waktunya justru kontraproduktif dengan tujuan mencintai Qur'an itu sendiri. 



Itu sebabnya, dalam hadits yang mahsyur tentang mengajarkan sholat pada anak misalnya, Rasulullah mencontohkannya mulai sejak 7 tahun. Mengapa tidak dibawahnya? Mengapa tidak usia 4 thn? Apalagi usia 3 tahun? Karena memang 'konsep berpikir' anak 7 tahun tentu lebih matang daripada anak2 dibawahnya secara umum. 



Sebuah Survei pada ratusan orang, banyak dari mereka bisa membaca Qur'an sejak dini, tapi hanya segelintir dari mereka yang dewasanya kemudian mau 'tertarik' mengkaji isi Qur'an. Sebab mengkaji isi Qur'an adalah motivasi, sedangkan membaca Qur'an adalah kompetensi. 



Di Al-Qur'an, banyak sekali cerita, kisah, yang dapat diterangkan pada anak dan jika disampaikan dengan bahasa anak-anak dapat membuat anak justru betah dengan Qur'an. Ada cerita binatang, ada cerita Nabi-nabi, ada cerita orang-orang shalih. Al-Qur'an adalah sumber cerita yang kaya untuk anak-anak kita. Seru, sedih, gembira, ada di dalam Al-Qur'an.

Wallahu’alam.



Selasa, 24 Desember 2013

PROGRAM Pembangunan Ruang Kelas







Assalamu’alaikum wr.wb.

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT atas semua karunia-Nya yang dilimpahkan kepada kita. Sehingga kita masih diberikan kesehatan dan dapat melaksanakan aktifitas dengan baik .

Bersama ini kami dari TPQ Al-Istiqomah, Kelurahan Kabil, Kec.Nongsa P.Batam, sedang melaksanakan Pembangunan Ruang Kelas TPQ Al-Istiqomah, dengan keterangan sebagai berikut:

§  Lokasi                         : Perum.Kabil Raya RW VII,Kec.Nongsa,P.Batam
§  Luas Bangunan            : Lantai 1 = 58.88 m2 , dan Lantai 2  =  126 m2
§  Rencana Biaya            : Rp. 229.333
§  Sumber dana               :       

1.     Infaq, shodaqah, Jariyah dari masyarakat muslim perum. Kabil Raya, dan
        Umat Islam pada Umumnya.

2.     Bantuan/sumbangan dari Instansi Pemerintah/Swasta dan Donnpihak-pihak lain yang sah 
        dan tidak mengikat.

3.    Account BSM No 7053765647

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, bersama ini kami memberikan kesempatan kepada segenap Kaum Muslim dan Muslmit yang akan membntu Program Pembangunan Ruang Kelas TPQ Al-Istiqomah tersebut.

Demikian permohonan ini, atas perkenan dan terkabulnya permohonan ini kami sampaikan 
jazakumullahu khairankatsira.

Wassalamu’alaikum wr. Wb.



TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN
AL-ISTIQOMAH


AGUS FAQIKHUDIN 




Pembangunan Lantai 1




Denah Lantai 1



 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by TPQ Alistiqomah